Perjalanan Menuju Pantai Santolo

Pagi itu Senin, 23 Oktober 2017. Fanji, seorang teman yang pertama kali saya kenal ketika masih SD itu memulai obrolan di grup WA. 

Fanji: "ulin yuk aaahh ka si obi"

Obi: "urang libur poe ayena mah"

Fajar: "der berangkat keun"

Sebenarnya Grup bernamakan Papate ini terdiri dari 7 anggota, tapi beberapa yang lain harus mengisi hari Senin itu untuk kembali bekerja. Fanji yang mengambil cuti, obi yang kebetulan mendapat giliran libur, dan saya yang tidak ada jadwal mengajar, menjadikan hari itu waktu yang pas untuk berpetualang.

Tanpa persiapan yang matang. Rencana perjalanan kami awalnya hanya mengunjungi kost-an obi di Pagelaran, Cianjur Selatan. Cerita diperjalanan membuat kami selanjutnya membuat skenario perjalanan yang baru. Menuju Pantai Santolo.

Secara geografis, Pantai Santolo berada di bagian Selatan Kabupaten Garut. Berdekatan dengan daerah Selatan Kabupaten Cianjur. Jarak Cianjur menuju Santolo kurang lebih 190 KM jika melewati jalur Cianjur Selatan.

Ini adalah kali kedua saya pergi ke daerah Selatan Cianjur, jalanan di daerah ini juga sudah banyak yang mulai dibenahi. Walaupun dibeberapa daerah masih penuh dengan bebatuan dan jalanan yang bolong. Tapi secara keseluruhan jalanan di daerah Selatan Cianjur sudah cukup bagus.

perjalanan menuju pantai santolo
Bukan Iklan Motor

Dari Cianjur, Kami yang mengendarai motor membutuhkan waktu kurang lebih 6-7 jam untuk sampai ke Pantai Santolo. Karena melewati jalanan pegunungan, jalur daerah selatan ini penuh dengan tikungan. Dikelilingi pula oleh pohon-pohon dan beberapa rumah warga. Sebelum tiba di Pantai Santolo, ada beberapa pantai-pantai yang bisa dikunjungi, seperti Pantai Jayanti di Cianjur Selatan dan Pantai Ranca Buaya di Garut Selatan.

Pantai Jayanti Cianjur Selatan
Pantai Jayanti Cianjur Selatan

Sedikit telat, kami yang berangkat pukul 1 siang akhirnya tiba selepas Adzan  Isya. Untuk kemudian mencari penginapan terdekat. Tidak sulit untuk mencari penginapan kosong nan murah di hari Senin tak bertanggal merah. Kami akhirnya mendapatkan penginapan yang cukup murah seharga Rp. 150rb/malam. 

"neangan penginapanna nu kumaha?"

"ah nu biasa we"

Penginapan dan Warung Nasi BIASA

Pemilik penginapan "biasa" ini juga membuka tempat makan. Tepat sekali dengan kondisi perut kami yang saat itu sedang lapar. Satu paket nasi porsi kuli, cumi asam manis, dan tumis kangkung di tempat ini cukup murah, Rp. 60rb.

Esoknya, kami menikmati pemandangan pantai di pagi hari, ditemani gemuruh ombak santolo. Sedikit wisatawan yang datang kesini dihari Selasa tanpa libur kerja. Bahkan serasa hanya kami saja yang berada di pantai hari itu. hanya ada beberapa nelayan yang pulang berlayar, menanggalkan kapalnya lalu menerima rezeki pagi lewat ikan-ikan yang mereka dapat.

pantai santolo
Rezeki Pagi Nelayan Pantai Santolo

Karena ada beberapa kapal nelayan, kita juga bisa menyewa untuk mencoba berlayar menuju tengah laut (gak tengah2 amat sih ya). Atau untuk sekedar menyeberang muara menuju daerah pantai seberang. Untuk menyeberang muara, ongkos kapal hanya dikenakan Rp. 5rb/org. Tapi karena kami ingin mencoba berlayar dilaut, kami harus membayar Rp. 20rb/org.

Menikmati Sekitaran Pantai Santolo
Menikmati Sekitaran Pantai Santolo

Pantai Santolo ini masih sangat bersih, pasir yang putih, ditambah dengan pemandangan sekitar gunung yang menawan.

Selfie di Pantai Santolo
Selfie di Pantai Santolo

Trip 2 hari 1 malam ini cukup murah saya rasa, dan tentunya patut kalian coba. Berikut rincian perjalanan kami:

Penginapan Rp. 150.000
Makan 2x Rp. 120.000
Bensin Rp. 60.000
Kapal Rp. 60.000
________________________+
Rp. 390.000 / 3 = 130.000 / orang

Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan membunuh apapun kecuali waktu.

Komentar